Karhutla Mulai Melanda Tanah Laut, Helikopter Water Bombing Resmi Di Turunkan Lokasi Api
PELAIHARI – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan mulai terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Tanah Laut (Tala) seiring dengan datangnya musim kemarau. Merespons situasi kritis tersebut, Satgas Udara bergerak cepat dengan langsung menurunkan helikopter water bombing (pengeboman air) untuk memadamkan kobaran api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala demi meminimalisir dampak kerugian lingkungan serta mencegah kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahma mengungkapkan kepada jurnalis newsupdate melalui via whatsapp (WA), jumat malam (17/07/2026) menyatakan bahwa seluruh instansi terkait saat ini sudah bersiaga penuh di lapangan. Menindaklanjuti situasi terkini, Pemkab Tala mengoptimalkan kombinasi strategi penanganan bencana:
Aktivasi Satgas Udara & Water Bombing: Helikopter pengebom air mulai beroperasi hari ini untuk mempercepat lokalisir titik api di area-area dengan medan yang berat. Operasi ini mencakup pemantauan hotspot secara berkala hingga eksekusi pemadaman langsung dari langit. Modifikasi Cuaca (OMC): Di saat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari tanggal 15 hingga 21 Juli 2026 guna memicu hujan buatan dan menjaga kelembaban lahan.Selain penanganan api di lapangan, Aspi Setia Rahma memaparkan sejumlah poin kesiapsiagaan regulasi dan infrastruktur koordinasi yang telah berjalan, antara lain:
Payung Hukum & Status Siaga: Telah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Tala No. 100.3.4.2/1-BPBD/2026. Selain itu, Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan resmi ditetapkan terhitung mulai 13 Juli hingga 30 September 2026. Posko Bersama Lintas Sektor: Guna memperkuat sinergi antara BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Damkar, dan instansi terkait, sebuah Posko Bersama Siaga Karhutla telah didirikan di Desa Ambungan (tepat di depan bangunan BPBD). Saat ini personel BPBD sudah bersiaga di lokasi, dan mulai hari Senin mendatang, seluruh unsur satgas termasuk Tenaga Kesehatan akan berkantor bersama di posko tersebut.Meski bantuan satgas udara telah diturunkan, pergerakan satgas darat gabungan justru semakin diperketat. Frekuensi patroli dan pemantauan langsung di area-area rawan terus ditingkatkan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.

Di akhir keterangannya, pihak Pemkab Tanah Laut memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak ceroboh selama musim kemarau ini.
"Mari bersama-sama kita menjaga alam kita. Dihimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, khususnya di Tanah Laut, jangan sekali-kali membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kerusakan lingkungan, polusi asap, dan kerugian materiil yang diakibatkan oleh karhutla sangat menyengat dan merugikan orang banyak."