sumber Foto internet humas RSUD Hadji Boejasin

Bangun Kesiap siagaan Krisis, RSUD Hadji Boejasin Gelar Sosialisasi Stroke Awareness dan Pengenalan EMS

PELAIHARI – Dalam upaya menekan angka mortalitas dan kecacatan akibat serangan stroke, RSUD Hadji Boejasin menggelar kegiatan sosialisasi Stroke Awareness dan Pengenalan Emergency Medical Services (EMS) pada Kamis, (04/06/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Kesadaran dan Solusi Kesehatan" ini ditujukan langsung bagi para ujung tombak pelayanan gawat darurat pra-rumah sakit.

Acara yang berlangsung di aula RSUD Hadji Boejasin ini diikuti secara antusias oleh puluhan peserta yang terdiri dari Supir ambulans internal RSUD Hadji Boejasin., Supir ambulans desa se-Kabupaten Tanah Laut, Petugas dan relawan yang terlibat aktif dalam penanganan kegawatdaruratan.

Stroke merupakan salah satu kondisi medis darurat yang sangat bergantung pada waktu (time-dependent). Keterlambatan penanganan hitungan menit saja dapat berdampak fatal bagi sel-sel otak pasien. Oleh karena itu, mengenali gejala awal stroke secara cepat dan tepat menjadi materi krusial yang disampaikan dalam sosialisasi ini.

"Kunci penanganan stroke adalah kecepatan. Ketika penanganan di tingkat pra-rumah sakit berjalan optimal, peluang kesembuhan pasien akan meningkat drastis," ujar perwakilan manajemen RSUD Hadji Boejasin dalam sambutannya.

Melalui kegiatan ini, para supir ambulans dan petugas dibekali dengan metode deteksi dini stroke yang mudah dipahami, serta tata cara stabilisasi pasien selama proses evakuasi menuju rumah sakit.

Selain kesadaran akan bahaya stroke, RSUD Hadji Boejasin juga mengenalkan sistem Emergency Medical Services (EMS) yang terintegrasi. Pengenalan EMS ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan standar operasional prosedur (SOP) antara ambulans desa dengan fasilitas kesehatan rujukan.

Dengan sistem EMS yang berjalan baik, alur komunikasi dari lokasi kejadian (desa) menuju rumah sakit dapat dilakukan secara real-time. Petugas ambulans dapat melaporkan kondisi pasien secara dini, sehingga tim medis di IGD RSUD Hadji Boejasin bisa melakukan persiapan komprehensif sebelum pasien tiba.

Keterlibatan aktif supir ambulans desa dalam agenda ini mendapat apresiasi tinggi. Sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat di tingkat akar rumput, pemahaman mereka mengenai kegawatdaruratan adalah aset penting bagi daerah.

Melalui sinergi antara RSUD Hadji Boejasin, pemerintah desa, dan para relawan, diharapkan rantai keselamatan penanganan pasien gawat darurat—khususnya penderita stroke—di Kabupaten Tanah Laut dapat terjalin lebih kuat, cepat, dan tanggap.

 

Bagikan Postingan Ini

Berita Terkait
Beranda Liputan Nasional Politik