Haji Kamaruddin Pj. Ketua DAD Kabupaten Tanah Laut

Tanggapi Surat Edaran MADN, Ketua DAD Tanah Laut Tekankan Musyawarah dan Nilai Filosofi Dayak

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Tanah Laut, Haji Kamaruddin, memberikan tanggapan terkait beredarnya Surat Edaran Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) mengenai rencana penyampaian protes atas dugaan hilangnya filosofi Dayak dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menyikapi hal tersebut, Kamaruddin menekankan pentingnya mengedepankan musyawarah serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Dayak.

Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki falsafah hidup yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan spiritual, yakni “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”, yang bermakna pentingnya bersikap adil kepada sesama manusia, menjaga perilaku agar selaras dengan nilai-nilai kebaikan, serta selalu berpegang pada keyakinan kepada Tuhan. Falsafah tersebut, menurut Kamaruddin, harus menjadi landasan dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang, termasuk isu yang berkaitan dengan identitas dan nilai budaya masyarakat Dayak.

Haji Kamaruddin juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota DAD di Kabupaten Tanah Laut agar tetap mengutamakan pendekatan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menilai bahwa setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara keadilan sosial, moralitas, serta nilai-nilai spiritual yang dijunjung oleh masyarakat adat.

Selain itu, Kamaruddin mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya atau berita hoaks yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sikap bijak dan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu adat dan identitas budaya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menyampaikan bahwa DAD Kabupaten Tanah Laut pada prinsipnya tetap berkomitmen untuk menjaga situasi yang kondusif dengan mengedepankan pendekatan yang harmonis dan konstruktif. Hingga saat ini, DAD Tanah Laut tidak menyampaikan rencana aksi protes massal sebagaimana yang disebutkan dalam surat edaran MADN, melainkan memilih untuk menyikapi persoalan tersebut secara arif dan melalui jalur komunikasi yang baik.

“Mari kita sikapi persoalan ini dengan bijak, tetap menjaga keharmonisan, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak persatuan,” ujar Kamaruddin. Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya komunitas Dayak di Tanah Laut, dapat terus menjaga nilai kebersamaan dan kedamaian dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang.

Bagikan Postingan Ini

Berita Terkait
Beranda Liputan Nasional Politik