Pionir di Kalimantan, Pemkab Tanah Laut Tuntaskan Program Peningkatan Kapasitas 129 Kepala Desa di IPDN Jatinangor
JATINANGOR – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara resmi menutup rangkaian agenda Retreat Peningkatan Kapasitas Kepala Desa yang diselenggarakan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor pada Jumat (17/4/2026).
Momentum ini menandai langkah strategis Pemkab Tanah Laut dalam mentransformasi tata kelola pemerintahan desa menuju standar profesionalisme dan akuntabilitas yang lebih tinggi.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, H. Arief M. Edie, didampingi oleh Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, serta dihadiri oleh jajaran Camat se-Kabupaten Tanah Laut.
Program yang berlangsung sejak 12 April 2026 ini melibatkan 129 kepala desa yang menjalani pelatihan intensif meliputi:
Kepemimpinan strategis (Strategic Leadership).
Kedisiplinan dan penguatan karakter.
Tata kelola keuangan negara dan akuntabilitas publik.
Dalam pidato arahannya, Wakil Bupati HM Zazuli menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah sekadar agenda seremonial. Beliau menekankan bahwa investasi besar yang dialokasikan daerah harus dikonversi menjadi perubahan signifikan di tingkat akar rumput.
"Ilmu yang diperoleh di IPDN wajib diaktualisasikan secara nyata. Kami menuntut para kepala desa untuk memiliki keberanian dalam menciptakan terobosan inovatif yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," ujar HM Zazuli.
Wakil Bupati menginstruksikan tiga poin krusial yang harus diimplementasikan oleh seluruh kepala desa:
Sinergitas: Memperkuat kolaborasi antarlembaga di tingkat desa dan daerah.
Akuntabilitas Mutlak: Menjamin transparansi dan ketepatan dalam pengelolaan Dana Desa.
Integritas: Senantiasa mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Tanah Laut ini mencatatkan sejarah baru sebagai kabupaten pertama di wilayah Kalimantan yang menyelenggarakan program retreat bagi kepala desa di institusi kedinasan bergengsi seperti IPDN.
Dengan selesainya program ini, para kepala desa diharapkan tidak hanya cakap secara administratif, namun juga tangguh dalam menghadapi dinamika sosial serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan inovatif.