Akselerasi Tata Kelola Desa: 129 Kepala Desa Tanah Laut Ikuti Diklat Intensif di IPDN Jatinangor
JATINANGOR – Dalam upaya memperkuat fundamental birokrasi di tingkat desa, sebanyak 129 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Tanah Laut mengikuti rangkaian Program Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan bertempat di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk mempertajam kemampuan manajerial serta pemahaman tata kelola pemerintahan para aparatur desa di ruang lingkup akademis.
Program yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Laut ini menitikberatkan pada transformasi karakter kepemimpinan desa yang akuntabel dan inovatif. Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif oleh tim pakar dan dosen senior IPDN guna memberikan solusi terhadap tantangan tata kelola desa di era digitalisasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tanah Laut, M. Syahid, melalui Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa, Febri Novear, menyatakan bahwa sesi klasikal ini merupakan fondasi teoritis esensial bagi para peserta.
"Fokus pembelajaran hari ini berpusat di ruang kelas dengan bimbingan langsung dari para Widyaiswara serta dosen senior IPDN. Materi yang disampaikan bersifat strategis, mencakup seluruh aspek pengelolaan pemerintahan desa yang efektif," ungkap Febri.
Selain pendalaman materi intelektual, para peserta juga akan mengikuti serangkaian pembinaan fisik dan mental. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pada Rabu (15/4/2026), agenda akan berlanjut pada kegiatan luar ruangan (outbound).
"Agenda esok hari meliputi latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan orientasi lapangan. Hal ini dilakukan demi menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan serta membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh," tambah Febri.
Berdasarkan data DPMD, tingkat partisipasi kegiatan ini sangat tinggi, di mana 129 Kades terkonfirmasi hadir, sementara satu orang dinyatakan berhalangan hadir dikarenakan urgensi kedinasan.
Sebagai bagian dari pengayaan referensi inovasi, para peserta dijadwalkan melakukan studi banding (benchmarking) ke desa percontohan di kawasan Lembang pada Kamis mendatang. Studi komparatif ini diharapkan dapat memberikan proyeksi konkret mengenai pengembangan potensi wilayah yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Tanah Laut (Bumi Tuntung Pandang).
Rangkaian program pengembangan kepemimpinan ini direncanakan akan ditutup secara resmi pada Jumat (17/4) pagi oleh Wakil Bupati Tanah Laut.