HMI Gelar Aksi Solidaritas, Tuntut Keadilan Alokasi Solar Untuk Nelayan Tabanio
PELAIHARI — Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi solidaritas guna menyuarakan jeritan hati para nelayan di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Di kantor DPRD Tanah Laut, senin (18/05/2026).
Aksi ini dipicu oleh krisis kelangkaan dan carut-marutnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang kian mencekik perekonomian nelayan lokal, hal ini di mulai tahun 2014.
Dalam orasinya, kader HMI menegaskan bahwa solar bukan sekadar bahan bakar bagi nelayan, melainkan urat nadi kehidupan. Tanpa pasokan yang stabil dan harga yang sesuai eceran tertinggi (HET), para nelayan terpaksa menyandarkan kapal mereka dan kehilangan mata pencaharian utama.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari HMI menyatakan bahwa investigasi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan yang jelas dalam penyaluran solar subsidi dan adanya oknum yang bermain dalam penyaluran serta pihaknya sudah mengantongi nama nama oknum tersebut, Selain pemilik SPBN.
"Nelayan Tabanio harus berhadapan dengan birokrasi yang rumit hanya untuk mendapatkan hak mereka. Di sisi lain, mereka sering kali terpaksa membeli solar non-subsidi atau solar dari pengecer dengan harga yang jauh di atas kemampuan mereka demi bisa melaut," ujarnya.
Dampak dari kelangkaan solar ini sangat masif, di antaranya Penurunan Pendapatan: Banyak nelayan yang memilih tidak melaut karena biaya operasional (solar) tidak sebanding dengan hasil tangkapan.Jeratan Utang: Demi menutup biaya solar yang mahal, sebagian nelayan terpaksa berutang ke tengkulak.Kelangkaan Pasokan Ikan: Berkurangnya intensitas melaut berpotensi memicu lonjakan harga ikan di pasar lokal.
Hanya saja saat melakukan aksi solidaritas tersebut para anggota DPRD Tanah Laut sedang melaksanakan kegiatan di luar terutama Komisi II yang pada saat bersamaan sedang melakukan kepengurusan hal tersebut di kementrian kelautan dan perikanan di jakarta beserta perwakilan nelayan.
Menanggapi aksi dan tuntutan tersebut, perwakilan DPRD Tanah Laut Gentri Yuliantono sebagai Sekretariat Dewan yang menemui massa menyatakan bahwa pihaknya sudah mendengar dan sudah melakukan kunjungan kelapangan. Pihaknya berjanji akan mengundang perwakilan nelayan Tabanio, Pertamina, dan HMI dalam forum audiensi khusus pekan depan guna merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk para anggota DPRD yang tidak ada di tempat memang saat aksi solidaritas sedang melaksanakan tugas luar yang sudah terjadwalkan, sedangkan surat pemberitahuan aksi sehari sesudah keberangkatan anggota DPRD Tanah Laut pihaknya baru menerima dan itupun malam hari.
Menanggapi kekecewaan peserta aksi melakukan boikot atau menyegel kantor DPRD Tanah Laut dengan memasang spanduk di depan kantor.
HMI menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga para nelayan Tabanio benar-benar mendapatkan haknya secara utuh. "Kami tidak akan tinggal diam sampai solar subsidi kembali ke tangan yang berhak, yaitu para nelayan yang berjuang di laut demi menghidupi keluarga mereka," tutup ketua HMI dalam pernyataan persnya.