Si Bos Harus Tulus
Oleh: SastrionoPEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan di semua daerah termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah pada 27 November 2024. Pesta demokrasi kali ini akan memunculkan tokoh-tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalimantan Tengah dan 13 Bupati dan 1 wali kota.Para calon kepala daerah ini tentu berharap terpilih, gubernur, bupati dan wali kota. Para simpatisan yang ikut berjuang dengan harapan serupa. Apalagi Partai Politik pengusung calon.Isi kepala para calon tentu membawa misi. Ini berasal dari dirinya sendiri dan titipan dari pihak-pihak tertentu. Semoga rencana mereka terbaik untuk Masyarakat di Bumi Tambun Bungai. Mari kita semua berdoa.Mereka itu “Bos” entah bos apa. Saya sebut para calon itu Bos-Bos. Semoga tidak berlebihan ya.Si Bos yang keluar sebagai calon pastinya melewati banyak syarat, ada di KPU serta Partai Politik “mereka”. Tetapi ini ide saya, yang usulkan satu poin syarat buat Bos-Bos calon itu, yakni Tulus. Ya, mereka harus Tulus.Mengapa Bos-Bos itu harus Tulus. Karena tidak semua terpilih, hanya satu yang dipilih. Sebenarnya, syarat tulus ini berlaku bagi yang terpilih dan tidak.Begini, saya lihat arti Tulus menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu sungguh dan bersih hati atau benar-benar keluar dari hati yang jujur. Tulus juga diartikan sebagai sikap jujur, tidak berpura-pura, tidak serong, ikhlas.Ya, Tulus sama dengan “jujur” jadi ingat lagu Band Radja, Tulus dan Jujur. Tulus serupa dengan Ikhlas.Saya juga pernah baca, kunci kemajuan bangsa Indonesia sejatinya ada pada kepemimpinan yang tulus serta memiliki semangat transformasi dan kolaborasi, itu kata Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Aljufri.Ia juga sebut, pemimpin itu ibaratnya seperti orang tua, mencintai anak-anak yang memiliki karakter berbeda-beda.Bahkan, Dodi Mawardi pernah menulis yang dipikirkan oleh calon pemimpin yang tulus. Seperti mau mengerjakan apa. Apa yang bisa saya lakukan selama memimpin. Apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat. Lebih jauh lagi, apa yang bisa saya wariskan untuk generasi selanjutnya.Kedua tokoh itu menyebutkan tulus untuk yang terpilih dan tidak. Sebelum bertanding dan setelahnya. Walaupun semua calon sejatinya memikirkan itu. Ketika memutuskan menjadi kontestan.Bagi yang terpilih, ini menurut saya ya. Jangan ada Gubenur Partai A, atau Bupati Pendukung A. Yang ada Gubernur Kalimantan Tengah. Dan Bupati Kapuas, heee ini contoh saja. Kalau kamu menang Bos.Si Bos yang Tulus tentu memperhatikan semua wilayah, semua elemen. Seperti kata Salim Segaf Aljufri tidak ada anak tiri kalau sudah memimpin.Lalu, bagaimana yang tidak terpilih? Tulus juga sangat berlaku menurut saya. Setidaknya agar tidak masuk rumah sakit jiwa. Karena seorang yang tulus, ketika bertarung, pastinya sudah siap menghadapi dua kemungkinan. Menang atau Kalah.Jadi, Bos-Bos yang ingin calon kepala daerah agar mulai belajar Tulus ya. Kalau tidak, rakyat yang jadi korban. Selamat Berjuang. Dirgahayu Republik Indonesia ke-79. Merdeka...!