Keresahan Pelayanan Pasien Poli Jantung Tutup, Begini Penjelasan Manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari
Pelaihari - Keresahan pasien di Poli Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin di karena kan tutup, sedangkan untuk pelayanan harus tetap jalan, sahibul salah satu pasien di Poli Jantung merasakan keresahan dan kegelisahan saat akan mengambil obat untuk dirinya yang di vonis mengidap penyakit jantung. Sahibul menceritakan bahwa diri nya kebetulan hanya mengambil obat yang biasanya di konsumsi berdasarkan resep dokter spesialis jantung, akan tetapi sempat kaget dengan adanya pelayanan Poli Jantung tutup. Akhirnya dengan berkonsultasi dengan pihak layanan dirinya di arahkan ke Poli Penyakit Dalam. Berdasarkan penelusuran jurnalis newsupdate ke lapangan, memang informasi di pelayanan Poli Jantung di nyatakan tutup hanya saja bagi pasien Poli Jantung akan di Arahkan ke Poli Penyakit Dalam seperti yang di jelaskan resepsionist kepada jurnalis, rabu (15/09/2025) di RSUD Hadji Boejasin.

Untuk memperjelas informasi tersebut jurnalis mencoba menggali informasi lebih dalam ke manajemen terutama Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari hanya saja beliau sedang Dinas Luar (DL) dan besok baru bisa di temuin. Jurnalis tidak berhenti sampai informasi yang diterima bisa di jelaskan akhirnya dengan bantuan Humas RSUD Hadji Boejasin Pelaihari mengarahkan Ke Kepala Bidang Pelayanan yaitu dr. Irwan. Walaupun dr Irwan juga sedang DL tapi melalui sambungan handphone menjelaskan kepada jurnalis newsupdate bahwa memang untuk pelayanan Poli Jantung di tutup sampai tanggal 26 Oktober 2025 hal ini di karena kan dua dokter spesialis sedang menjalankan ibadah umroh dan salah satunya sedang di panggil untuk pendidikan ke negara cina oleh kementrian kesehatan untuk pendalaman spesialis yang di tangani, pemanggilan ini terkesan mendadak di karenakan jadwal sebelumnya di panggil awal tahun 2026 akan tetapi pemanggilan oleh pihak kemetrian kesehatan di majukan. Hal ini lah yang menjadi penyebab Poli Jantung tutup, akan tetapi secara sistem di lapangan berdasarkan kordinasi dan konsultasi dengan pihak BPJS Kesehatan tidak bisa dibuka sampai ada dokter spesialis yang bersangkutan ada dalam hal ini spesialis jantung. Akhirnya untuk antisipasi hal tersebut manajemen tetap membuka pelayanan melalui Poli Penyakit Dalam jelas dr. Irwan melalui sambungan telpon.
Jadi untuk permasalahan ini bisa terselesaikan sampai tanggal 26 Oktober 2025 mengingat jadwal tersebut harus melalui sistem yang terintegrasi dengan pihak BPJS Kesehatan.